anak -anak dan keluargaanak-anakBeritamasalah sosialmasyarakat

Viral 2 Anak Antar Ibunya ke Panti Jompo, Islam Wajibkan Anak Berbakti kepada Orangtua

Gambar terkait Viral 2 Anak Antar Ibunya ke Panti Jompo,Islam Wajibkan Anak Berbakti kepada Orangtua (dari Bing)


Gurutekno

– Sebuah video viral di media sosial mengusik nurani publik. Dua anak terekam menitipkan ibu kandungnya ke panti jompo, lengkap dengan pesan getir mereka tak ingin dihubungi, bahkan jika sang ibu sakit atau wafat.

Acara tersebut memicu gelombang reaksi. Mulai dari rasa marah, iba, hingga renungan yang mendalam. Warganet terpecah antara mengutuk dan berusaha memahami.

Sebagian menyebutnya puncak kedurhakaan, sementara yang lain menaruh empati, menduga ada alasan ekonomi atau luka batin yang tersembunyi.

Namun, apakah kemiskinan benar-benar bisa dijadikan alasan untuk tidak berbakti kepada orang tua? Apakah keterbatasan dapat melegalkan tindakan meninggalkan orang tua?

Warga Banjarbaru, Muhammad Noor Ramadhan, menolak keras normalisasi tindakan semacam itu.

“Saya masih tinggal satu rumah dengan orang tua saya. Meski mereka sudah menua, saya bertekad akan menjaga dan merawat mereka seperti mereka dulu merawat saya,” ujarnya.

Rama menceritakan, dia tumbuh dalam keluarga yang memberi contoh bakti antar generasi. Ibunya kini masih dengan sabar merawat nenek yang sudah pikun.

“Walaupun berat, beliau menjalaninya dengan senyum. Itu yang membuat saya yakin, menjaga orangtua bukan beban, tapi kehormatan,” tegasnya.

Sementara itu, warga Banjarmasin, Halimatus Syadiah, memilih untuk tidak tinggal serumah, tetapi tetap menjaga intensitas pertemuan.

“Hampir setiap hari saya mampir, entah membawa makanan, mengobrol, atau sekadar melihat wajah ibu,” tuturnya lirih.

Halimatus juga mengaku merasa lelah jika terus-menerus merawat ibunya. Namun, rasa bakti dan kehormatan membuat lelah tersebut terbayar dengan harapan akan mendapatkan Ridho Allah.

“Capek sih pasti. Tapi capek itu kalah sama rasa sayang. Saya ingat betul waktu kecil saya sering sakit, rewel. Orangtua saya tak pernah meninggalkan saya. Kenapa sekarang saya harus merasa terbebani,” katanya.

Fenomena ini juga menarik perhatian tokoh agama seperti Penghulu Madya KUA Banjarbaru Selatan, H. Taufiqurrahman Noor, S.Ag., M.M.

Ia menegaskan bahwa dalam Islam, berbakti kepada orang tua bukan hanya sekadar anjuran, tetapi merupakan kewajiban yang berlandaskan dalil kuat dari Al-Qur’an dan hadis.

“Bakti itu bukan hanya materi. Tapi juga ucapan, sikap, perhatian. Bahkan sekadar berkata lembut adalah bagian dari ibadah,” jelasnya.

Namun, dia tidak menutup mata terhadap kondisi tertentu. “Ada kalanya keterbatasan ekonomi menjadi faktor. Tapi Islam tidak menghalalkan anak untuk melepaskan tanggung jawab sepenuhnya,” katanya.

Menurutnya, menitipkan orang tua ke panti bukan sesuatu yang haram secara mutlak, namun harus berdasarkan pertimbangan mendalam, dengan izin dan kerelaan orang tua.

“Yang keliru adalah ketika panti jompo dijadikan tempat ‘membuang’ orang tua. Itu jelas bertentangan dengan ajaran Islam,” tegas Taufiqurrahman.

(dra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *