Suplemen Herbal yang Berpotensi Merusak Hati
Herbal telah digunakan untuk tujuan pengobatan selama ribuan tahun. Perlu diingat, meskipun suplemen herbal dapat dianggap alami, penggunaannya belum tentu aman, bahkan beberapa produk tidak memiliki izin BPOM.
Orang juga dapat mengalami efek samping saat mengonsumsi suplemen herbal. Beberapa di antaranya bahkan dapat berinteraksi dan mengganggu obat yang sedang dikonsumsi.
Baru-baru ini, sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti di University of Michigan, Amerika Serikat (AS), melaporkan bahwa sekitar 15,6 juta orang dewasa AS telah mengonsumsi setidaknya satu suplemen herbal dalam 30 hari terakhir yang mungkin merusak hati mereka. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal
JAMA Network Terbuka
pada Agustus 2024.
1. Enam produk herbal berpotensi merusak hati
Studi ini dilakukan dengan menganalisis data lebih dari 9.500 orang dewasa AS dengan usia rata-rata 47,5 tahun yang berpartisipasi dalam
Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Nutrisi Nasional
(NHANES) tahun 2017 hingga 2020.
Data medis pada peserta ini mencakup penggunaan obat resep dan suplemen herbal. Para ilmuwan berfokus pada penggunaan enam suplemen herbal oleh peserta studi yang dianggap berpotensi hepatotoksik atau memiliki efek merusak hati:
-
Ashwagandha
. -
Black cohosh.
-
Garcinia cambogia.
- Ekstrak teh hijau.
- Beras ragi merah.
- Kunyit atau kurkumin.
Bagaimana bahan-bahan tersebut menyebabkan kerusakan hati belum diketahui, tetapi kemungkinan besar karena proses metabolisme yang terjadi di hati setelah produk dikonsumsi. Mirisnya lagi, kerusakan hati akibat mengonsumsi herbal bisa berakibat fatal hingga memerlukan transplantasi hati darurat.
2. 15,6 juta orang dewasa menggunakan herbal yang berpotensi merusak hati
Studi menemukan bahwa sekitar 58 persen dari semua peserta melaporkan menggunakan suplemen atau makanan herbal setidaknya sekali dalam periode 30 hari. Sekitar 5 persen peserta mengatakan bahwa mereka telah mengonsumsi setidaknya satu dari enam tanaman yang berpotensi hepatotoksik dalam 30 hari terakhir. Persentase ini setara dengan sekitar 15,6 juta orang dewasa AS.
Para peneliti berharap hasil penelitian ini akan meningkatkan kesadaran di antara masyarakat tentang bahan-bahan yang berpotensi meracuni hati. Terlebih, produk suplemen biasanya tidak diatur secara ketat.
3. Alami tidak selalu berarti aman
Karena suplemen herbal diklaim terbuat dari bahan-bahan alami, banyak orang percaya bahwa suplemen ini lebih aman. Padahal, alami tidak selalu berarti aman. Beberapa bahan alami dapat menjadi racun jika dikonsumsi dalam dosis tinggi atau berinteraksi dengan obat-obatan.
Mengingat kurangnya pengawasan regulasi pada pembuatan dan pengujian produk herbal, konsumen perlu tahu bahwa produk tersebut mungkin lebih banyak menimbulkan kerugian daripada manfaat.
Suplemen herbal dianggap mengganggu kemampuan hati untuk memproses dan mendetoksifikasi zat berbahaya. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan racun dalam hati, yang dapat memicu peradangan, kematian sel, bahkan gagal hati.
4. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum mengonsumsi suplemen herbal
Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan produk herbal. Banyak dari produk ini dapat berinteraksi secara signifikan dengan beberapa obat, seperti obat jantung, obat tekanan darah, pengencer darah, dan obat-obatan lainnya.
Banyak juga yang dapat membahayakan ibu hamil atau menyusui. Orang yang sedang mengonsumsi obat, hamil, atau menyusui tidak boleh mengonsumsi suplemen herbal tanpa sepengetahuan atau bimbingan dokter.
5. Tanda-tanda kerusakan hati
Tubuh dapat memproses sejumlah vitamin dan mineral tertentu. Namun, jika kadarnya melebihi jumlah yang dapat dimetabolisme tubuh, hal itu berpotensi menyebabkan kerusakan hati.
Jika Anda mengonsumsi suplemen, terutama untuk menurunkan berat badan atau membangun otot, penting untuk mengetahui tanda-tanda kerusakan hati. Beberapa gejala yang paling umum:
- Penyakit kuning.
- Nyeri di perut kanan atas.
- Perut kembung.
- Mual.
- Urine berwarna gelap.
- Penurunan berat badan yang signifikan.
- Disorientasi.
Jadi, meskipun suplemen herbal terbuat dari bahan alami, bukan berarti ini 100 persen aman dan boleh dikonsumsi sesuka hati. Suplemen herbal bisa menimbulkan efek samping dan merusak hati jika dikonsumsi sembarangan. Jadi, pastikan kamu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen herbal apa pun.
Referensi
Suplemen Herbal: Mengapa Perlu Berkonsultasi dengan Penyedia Layanan Kesehatan Terlebih Dahulu.
Klinik Cleveland.
Diakses pada September 2024.6 suplemen herbal populer yang dikaitkan dengan risiko potensial pada hati.
Berita Kesehatan Hari Ini.
Diakses pada September 2024.Likhitsup, Alisa, Vincent L. Chen, dan Robert J. Fontana. “Perkiraan Paparan terhadap 6 Bahan Botani yang Berpotensi Hepatotoksik pada Orang Dewasa di Amerika Serikat.”
JAMA Network Terbuka
7, nomor 8 (5 Agustus 2024): e2425822.Apakah Suplemen Diet Aman bagi Hati Anda?
Orlando Health.
Diakses pada September 2024.
15 Suplemen untuk Membantu Meningkatkan Sistem Imun
7 Manfaat Astaxanthin yang Sering Dijumpai di Suplemen
